Bruce Kovner: Mengupas Strategi Sang Market Wizard Bruce Kovner: Mengupas Strategi Sang Market Wizard Dalam video sebelumnya, kami ...

Bruce Kovner: Mengupas Strategi Sang Market Wizard
Dalam video sebelumnya, kami membahas tentang Michael Marcus, seorang legenda yang setara dengan setidaknya 10 trader biasa. Hari ini, kita akan melihat salah satu muridnya - Bruce Kovner. Bruce tidak main-main dalam dunia trading. Pada saat penulisan buku Market Wizards oleh Jack D Schwager, Bruce Kovner telah memiliki rata-rata pengembalian ekuitas sebesar 87% per tahun selama sepuluh tahun terakhir! Ini berarti, jika Anda menginvestasikan $2,000 dengan Kovner pada awal 1978, sepuluh tahun kemudian, investasi Anda akan bernilai lebih dari $1 juta.
Perjalanan Menuju Kebesaran
Jalan menuju menjadi market wizard tidak selalu terbentang jelas bagi Bruce Kovner. Dia memulai kehidupan dewasanya sebagai seorang guru, dan kemudian terjun ke dunia politik. Meskipun demikian, pengalaman dan studi dalam bidang ekonomi dan politik yang ia jalani ternyata tidak sia-sia. Ini membantunya menjadi analis fundamental yang lebih baik.
Pentingnya Manajemen Risiko
Bruce Kovner percaya bahwa manajemen risiko adalah hal terpenting yang harus dipahami oleh trader pemula. Sarannya adalah setiap pemula harus melakukan undertrade. "Apapun yang Anda pikir posisi Anda seharusnya, kurangi setengahnya" katanya. Dia sendiri berusaha untuk tidak pernah mengambil risiko lebih dari 1% dari ekuitasnya dalam satu perdagangan dan merekomendasikan agar tidak mengambil risiko lebih dari 2% maksimal.
Pengawasan Posisi
Selain itu, Kovner selalu memantau semua posisinya dalam portofolio untuk memastikan bahwa taruhan yang dia ambil tidak terlalu berkorelasi. Misalnya, jika Anda mengambil risiko 2% dari modal Anda, tetapi Anda melakukannya dalam 10 saham minyak yang berbeda, Anda tidak benar-benar dapat mengatakan bahwa Anda hanya mengambil risiko 2% pada masing-masing posisi tersebut.
Kenapa? Karena sepuluh saham ini pada dasarnya akan bergerak seiring dengan harga minyak. Jadi lebih dekat pada kenyataan jika Anda mengatakan bahwa Anda mengambil risiko, mungkin, 15-20% pada alokasi modal seperti itu. "Jika Anda memiliki 10 posisi yang sangat berkorelasi, maka Anda sebenarnya berdagang satu posisi yang ukurannya 10 kali lebih besar."
Keseimbangan Emosional dalam Trading
Selanjutnya, Bruce Kovner sangat berhati-hati setiap kali dia merasa bingung dengan apa yang dilakukan pasar. Jika keseimbangan emosionalnya terganggu, dia menutup semua posisinya terkait dengan peristiwa yang membingungkannya. Dia merumuskan ini dalam "aturan pertama dalam trading": "Jangan terjebak dalam situasi di mana Anda bisa kehilangan banyak uang karena alasan yang Anda tidak mengerti."
Bagi Bruce sendiri, situasi semacam itu adalah kejatuhan pasar yang terjadi pada Black Monday tahun 1987. Oleh karena itu, selama tanggal 19 dan 20 Oktober tahun itu, yang merupakan hari kejatuhan dan hari setelahnya, dia menutup semua posisinya sementara.
Menggali Lebih Dalam
Pemahaman Kovner tentang korelasi posisi dan pentingnya keseimbangan emosional memberikan gambaran tentang bagaimana ia bergelut dalam pasar yang penuh ketidakpastian. Misalnya, selama Black Monday di tahun 1987, keputusannya untuk menutup semua posisinya sementara adalah langkah yang sangat strategis yang mencerminkan prinsip utamanya dalam manajemen risiko.
Penting untuk memahami bagaimana Kovner berhasil memanfaatkan pengalamannya dalam politik dan ekonomi untuk menerapkan analisis fundamental yang lebih dalam. Bagi para trader yang ingin mengikuti jejaknya, belajar untuk memantau posisi secara ketat dan memahami korelasi antara berbagai instrumen investasi sangatlah penting. Tidak hanya itu, menjaga keseimbangan emosional dan memiliki kemampuan untuk menarik diri dari pasar ketika situasi tidak sepenuhnya dipahami juga menjadi kunci keberhasilan dalam trading.
Bruce Kovner adalah salah satu contoh terbaik dari bagaimana kombinasi keterampilan, pengetahuan, dan manajemen risiko yang baik dapat membawa seseorang menuju kesuksesan luar biasa dalam dunia perdagangan. Kisah dan prinsip-prinsipnya bukan hanya inspiratif, tapi juga sangat praktis untuk diterapkan dalam strategi trading harian.
Penutup
Dari perjalanan Bruce Kovner, kita bisa belajar bahwa menjadi sukses dalam dunia trading bukan hanya soal keberuntungan, tetapi juga soal pengetahuan, manajemen risiko yang baik, dan ketenangan emosional. Dengan mengikuti saran dan prinsip-prinsip yang dia ajarkan, kita bisa berharap untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam karir trading kita.
Dalam episode berikutnya, kami akan membahas Michael Steinhardt yang memiliki manajemen bankroll yang menarik di awal karir tradingnya, karena aktivitasnya disubsidi oleh uang hasil perhiasan curian yang dihasilkan oleh ayahnya. Sampai jumpa!
Bruce Kovner: Strategi Sang Market Wizard
Pada artikel kali ini, kita akan membahas 10 poin utama dari strategi trading Bruce Kovner, seorang tokoh legendaris dalam dunia trading, berdasarkan buku Market Wizards karya Jack D Schwager. Pahami bagaimana manajemen risiko, analisis fundamental, dan keseimbangan emosional berperan dalam kesuksesan trading menurut Bruce Kovner.
10 Poin Utama dari Strategi Bruce Kovner
- Rata-rata Pengembalian Ekuitas 87% Per Tahun: Bruce Kovner mampu menghasilkan pengembalian ekuitas rata-rata sebesar 87% per tahun selama sepuluh tahun. Contoh: Jika Anda menginvestasikan $2,000 dengan Kovner pada tahun 1978, dalam sepuluh tahun investasi Anda akan menjadi lebih dari $1 juta.
- Manajemen Risiko: Bruce Kovner percaya bahwa manajemen risiko adalah hal terpenting dalam trading. Dia menyarankan untuk selalu undertrade. Contoh: Jangan pernah mengambil risiko lebih dari 1% ekuitas Anda dalam satu perdagangan dan maksimal 2%.
- Pengawasan Posisi: Kovner sangat memperhatikan korelasi antara posisinya. Contoh: Jika Anda memiliki 10 saham minyak yang berbeda, mereka akan bergerak seiring dengan harga minyak, sehingga risiko Anda sebenarnya lebih besar dari 2% pada masing-masing.
- Keseimbangan Emosional: Keseimbangan emosional sangat penting. Kovner selalu menutup posisinya saat merasa bingung dengan pergerakan pasar. Contoh: Pada Black Monday tahun 1987, dia menutup semua posisinya sementara.
- Pemahaman Fundamental: Pengalaman Kovner dalam politik dan ekonomi membantu dalam melakukan analisis fundamental yang mendalam. Contoh: Pemantauan kebijakan ekonomi dan politik untuk menentukan tren pasar.
- Keberanian Menarik Diri: Kovner selalu siap untuk menarik diri dari pasar jika situasi tidak dipahami sepenuhnya. Contoh: Menutup posisi pada saat ada kejadian ekonomi yang tidak dipahami agar tidak merugi besar.
- Pengalaman Politik dan Ekonomi: Pemanfaatan pengalaman di bidang lain untuk membantu trading. Contoh: Pengetahuan tentang kebijakan ekonomi digunakan untuk analisis pasar.
- Prinsip-Prinsip Dasar: Menjaga prinsip dasar seperti tidak menempatkan semua dana pada instrumen yang sangat berkorelasi. Contoh: Diversifikasi portofolio trading untuk mengurangi risiko.
- Langkah Strategis: Pengambilan langkah strategis saat menghadapi ketidakpastian pasar, seperti menutup posisi. Contoh: Langkah Kovner pada Black Monday mencerminkan prinsip utamanya dalam manajemen risiko.
- Kesuksesan dari Kombinasi Keterampilan: Kesuksesan Kovner adalah hasil dari kombinasi keterampilan, pengetahuan, dan manajemen risiko yang baik. Contoh: Menggabungkan keterampilan analisis fundamental dengan manajemen risiko yang ketat untuk mencapai hasil luar biasa dalam trading.
Penutup
Dari perjalanan Bruce Kovner, kita belajar bahwa kesuksesan dalam trading bukan hanya soal keberuntungan, tetapi juga pengetahuan, manajemen risiko yang baik, dan keseimbangan emosional. Dengan mengikuti prinsip-prinsip yang dia ajarkan, kita bisa berharap mencapai hasil yang lebih baik dalam karir trading kita.
Glossary
- Market Wizards: Buku karya Jack D Schwager yang mengupas kisah dan strategi dari para trader sukses.
- Undertrade: Trading dengan ukuran posisi yang lebih kecil dari yang dirasa optimal untuk mengurangi risiko.
- Black Monday: Kejatuhan pasar saham yang terjadi pada 19 Oktober 1987.
- Pengembalian Ekuitas: Tingkat pengembalian investasi pada ekuitas (saham).
- Ekuitas: Modal yang diinvestasikan dalam saham atau aset lainnya.
Mulai Trading Crypto di Binance
Daftar dan mulai trading crypto di Binance untuk mendapatkan 20% kickback trading fee bonus:
Atau masukkan kode referensi: FO3CRIXC saat mendaftar.
Dapatkan Komisi Setiap Kali Anda Beli/Jual Crypto di Pintu
Pintu adalah langkah mudah untuk memulai investasi di crypto!
- Unduh aplikasi Pintu di sini, daftar, dan masukkan kode referral ini: @cryptosavage
- Beli/jual aset crypto mulai dari Rp11.000.
- Nikmati komisi 0.004% setiap kali Anda melakukan transaksi beli/jual.
COMMENTS